Berita Duka Kompas Hari Ini

By | Februari 13, 2024
|

Berita Duka Kompas Hari Ini – Berdasarkan penelusuran Twitter, kabar duka ini pertama kali diberitakan di akun Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, @AndieArief__ pada pukul 11.03 WIB.

Ani Bambang Yudhoyono memberikan penjelasan tentang Istana Merdeka dan Istana Negara kepada 142 siswa TK Al-Azhar 1 yang berkunjung ke Istana Kepresidenan, Kamis (16/3/2006).

Berita Duka Kompas Hari Ini

Berita Duka Kompas Hari Ini

JAKARTA, – Akun media sosial politisi Indonesia ramai menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya mantan ibu negara Ani Yudhoyono, setelah berjuang melawan leukemia. Tagar #RIPAniYudhoyono dan #HappyJalanBuAni pun menjadi trending di linimasa media sosial, Twitter.

Berita Harian Kekerasan Lukas Enembe Terbaru Hari Ini

Kabar tersebut dibenarkan dalam laporan reporter National University Hospital, Singapura, Edna C Pattisina. Istri Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 WIB di Singapura. Jenazah Ny. Ani rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman (TMP) Kalibata pada Minggu (2/6/2019) besok.

Ani Yudhoyono telah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Nasional selama tiga bulan terakhir untuk mengobati penyakit kanker darah. Selama tiga hari terakhir, kondisinya semakin memburuk dan ia dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU).

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013, Mahfud MD melalui akun Twitter @mohmahfudmd pun turut menyampaikan belasungkawa dan berdoa semoga Allah SWT mengampuni segala dosa mendiang Ibu Ani Yudhoyono. .

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Budiman Sudjatmiko melalui akun @budimandjatmiko mengingatkan netizen akan pentingnya istri Ani Yudhoyono dalam keluarganya. Ia mengatakan, bagi Yudhoyono, Ani Yudhoyono adalah cinta terakhirnya. Adapun kedua anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono, istri Ani Yudhoyono merupakan cinta pertama mereka.

Hariadi Saptono, Guru Dan Wartawan Budaya Itu Berpulang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswadan melalui akun Twitter @aniesbaswedan pun mengajak seluruh warganet mendoakan agar seluruh keluarga Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono diberikan kekuatan dan kesabaran.

Senada, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon melalui akun @fadlizon menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono dan mendoakan agar mendiang diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan. Mahakuasa. .

Dari Singapura, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa yang mewakili keluarga Yudhoyono mengatakan, jenazah Ibu Ani Yudhoyono akan dimakamkan di KBRI Singapura untuk dimandikan dan kemudian disalat di Masjid KBRI Singapura.

Berita Duka Kompas Hari Ini

Adik Susilo Bambang Yudhoyono, Hatta Rajasa, memberikan informasi kepada wartawan terkait meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono di National University Hospital, Singapura, Sabtu (1/6/2019) kendaraan amfibi dari kapal perang. itu fleksibel. Kebetulan di kegelapan pagi itu ada kesedihan yang terpendam. Sebuah tank amfibi tenggelam dengan beberapa Marinir di dalamnya.

Bendera Kuning Penanda Duka Yang Makin Sering Terlihat

Langit masih gelap, tebal. Deburan ombak menerjang pasir seiring hembusan angin laut yang menggerakkan dedaunan rerumputan di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur.

Baca Juga:  Harga Emas 22 Karat Hari Ini Bali

Terkadang suara ayam jago terdengar dari arah desa, seolah-olah merupakan tanda akan datangnya fajar. Suara azan subuh sering terdengar dari masjid dan musala desa.

Di tengah kegelapan pagi, suara gemuruh perlahan datang dan semakin nyaring. Di saat yang sama, bayangan mesin perang amfibi mendekati pantai.

Tiba-tiba marinir dengan baju besi lengkap masuk dari dalam. Dalam beberapa menit, ratusan tentara memenuhi pantai. Mereka menyebar dan menempati pantai dalam posisi siap menyerang.

Berita Harian Duka Cita Terbaru Hari Ini

Pemandangan tersebut merupakan bagian dari latihan pendaratan amfibi Armada Jaya TNI Angkatan Laut, Sabtu (2/2/2008). Pelatihan dilakukan di tengah musim hujan yang tidak menentu.

Mendarat di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (2/8/2008) Marinir menaiki Kendaraan Amfibi Artileri K-61.

Tangki angkut amfibi BTR 50 P membongkar muatan marinir di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2008).

Berita Duka Kompas Hari Ini

Saat fajar menyingsing, bayangan mesin perang di pantai mulai terlihat jelas. Terlihat jauh di tengah laut, kapal perang TNI Angkatan Laut berhenti dengan lambung kapal menghadap ke pantai.

Kabar Duka, Tunggal Putra Indonesia Syabda Perkasa Meninggal Dunia

Turut serta dalam pendaratan amfibi tersebut adalah Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso yang akan ditetapkan sebagai warga kehormatan Korps Marinir.

Di atas kapal pengangkut artileri amfibi K-61, Djoko didampingi beberapa perwira tinggi TNI Angkatan Laut dan Korps Marinir juga diluncurkan dari kapal perang tersebut.

Ikut serta dalam operasi pendaratan amfibi merupakan salah satu prosedur yang harus dilalui Djoko sebelum menerima brevet dan baret ungu sebagai simbol bergabung dengan keluarga Korps Marinir.

Setibanya di pantai, prosesi penobatan Djoko sebagai anggota kehormatan Korps Marinir digelar dan dipimpin oleh Komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Nono Sampono.

Berita Harian Duka Terbaru Hari Ini (155)

Panglima TNI Djoko Santoso menaiki kendaraan amfibi yang membawa artileri K-61 saat mengikuti operasi pendaratan amfibi di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2008).

Sekilas, operasi pendaratan amfibi dan penobatan anggota kehormatan Korps Marinir berjalan sesuai skenario. Beberapa personel angkatan laut memanggul Panglima TNI dan mengaraknya ke darat.

Ratusan tentara lainnya disambut dengan teriakan khas komando Marinir. Semuanya tampak normal. Setidaknya itulah yang dilihat oleh banyak tamu undangan dan jurnalis yang hadir.

Berita Duka Kompas Hari Ini

Namun di tengah suasana gembira dan kewaspadaan pelatihan, saya melihat beberapa petugas kesehatan yang membawa peralatan medis bergegas menuju pantai. Kemudian mereka menaiki speedboat yang membawa mereka ke laut.

Media Sosial Politisi Ramai Ucapkan Bela Sungkawa

Rasa skeptis saya sebagai jurnalis membuat saya bertanya kepada petugas yang duduk di pinggir lapangan tentang kemungkinan terjadinya sesuatu. “Yah, tidak ada apa-apa, Tuan.” “Hanya patroli dan kesiapan saat latihan,” kata Direktur Pelayanan Korps Marinir Mayor (Mar) Novarin Gunawan.

Baca Juga:  Lowongan Kerja Di Sragen 2021

Latihan terus mengerahkan pasukan dan kendaraan tempur darat, khususnya di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Karangtekok, Situbondo.

Prajurit infanteri disertai tank, artileri, dan peluncur roket maju dari pesisir pantai menuju hutan dan perbukitan terjal di perbatasan Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi. Hingga siang hari di bawah terik matahari, banyak jurnalis yang disuguhi aksi tempur oleh marinir.

Meski sudah berkali-kali menyaksikan latihan perang, namun kali ini terasa istimewa karena banyaknya prajurit dan peralatan tempur yang dikerahkan. Suasana di Puslatpur Karangtekok saat itu seperti medan pertempuran di film-film.

Berita Harian Duka Terbaru Hari Ini (151)

Sore harinya, pelatihan dihentikan dan para wartawan mulai sibuk memproses dan mengirimkan berita. Setelah berhasil mengirimkan foto ke kantor, saya dan beberapa teman jurnalis media yang berbasis di daerah tersebut pamit untuk kembali ke Surabaya.

Peluncur roket Korps Marinir RM 70 Grad menembakkan roket di Pusdiklat Karangtekok, Situbondo, Sabtu (2/2/2008).

Keesokan harinya, Minggu (2/3/2008), berita dan gambar latihan Armada Jaya banyak dimuat di media cetak. Termasuk kisah penobatan Panglima TNI sebagai anggota kehormatan Korps Marinir.

Berita Duka Kompas Hari Ini

Namun pada siang harinya, saya menerima pesan singkat di ponsel saya dari salah satu personel TNI Angkatan Laut di Surabaya yang saya kenal. Pesan tersebut bernuansa protes terhadap pemberitaan yang beredar di media, oleh karena itu isi pemberitaannya hanya seputar latihan perang dan penobatan Panglima TNI.

Berita Harian Pejabat Melayat Rizal Ramli Terbaru Hari Ini

Saya segera menelepon untuk menanyakan maksud pesan tersebut. “Kok yang diberitakan di surat kabar hanya pelatihan perang dan Panglima TNI, Mas? Iya, kemarin ada kecelakaan saat pelatihan. Ada korban jiwa lho,” ujarnya membuatku takut.

Temannya langsung mengabarkan bahwa sebuah tank pendarat amfibi dihantam gelombang besar dan menghilang, sekitar 400 meter sebelum mencapai bibir pantai.

Ada 15 tentara di dalam, 9 orang keluar, dan 6 lainnya terjebak. Seorang tentara yang kemudian melarikan diri hanyut dan tidak pernah ditemukan.

Saya langsung lapor ke redaksi Biro Jawa Timur di Surabaya. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke ruang redaksi di Jakarta untuk dikonfirmasi oleh pejabat TNI Angkatan Laut.

Berita Harian Berita Duka Terbaru Hari Ini

Berada di kawasan tersebut, saya langsung ditugaskan untuk mengkonfirmasi berita dan menulis berita meskipun saya berangkat ke lokasi sebenarnya untuk mengambil gambar.

Sebagai konfirmasi awal, saya mencoba menghubungi Kepala Dinas Penerangan Komando Armada Timur Letkol Laut (Kh) Toni Syaiful. Namun pesan singkat yang saya kirimkan tidak dibalas. Sama dengan panggilan teleponku.

Baca Juga:  Jadwal Acara Tv Hari Ini Trans7

Kabar kecelakaan itu tersebar ke teman-teman jurnalis yang sedang meliput pelatihan perang. Semua mengaku menemui jalan buntu saat meminta konfirmasi kepada pejabat TNI Angkatan Laut.

Berita Duka Kompas Hari Ini

Kami bingung ketika pejabat TNI AL menanyakan kembali sumber informasi kecelakaan itu karena kami harus melindungi sumber kami. Karena belum ada konfirmasi resmi, kami tidak berani memberitakan berita tersebut hanya dengan mengandalkan sumber yang tidak diketahui.

Berdamai Dengan Darah Korban Kecelakaan

Harapan kecil muncul ketika salah satu media online berani memberitakan kabar tenggelamnya tank amfibi tersebut dan menyebutkan bahwa informasi tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Berdasarkan pemberitaan online, saya kembali menghubungi beberapa petinggi TNI AL untuk meminta konfirmasi.

Sore harinya, pesan singkat masuk ke ponselku dari Letkol Toni Syaiful, “Sebentar lagi akan ada konferensi pers dari Pak Kadispenal di Jakarta ya, Mas. Maaf kalau responnya agak lambat.”

Konferensi pers Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Iskandar Sitompul disiarkan langsung di beberapa saluran berita televisi. Ia membenarkan kabar tenggelamnya tank amfibi tersebut.

Tank Pendarat Amfibi Laut BTR 50 P yang membawa 15 Marinir dinyatakan tenggelam di Pantai Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2008) pukul 04.30 WIB. Dalam peristiwa yang terjadi di tengah latihan TNI Angkatan Laut itu, enam personel TNI Angkatan Laut tewas dan satu orang masih dalam pencarian.

Publik Jenuh Pemberitaan Covid 19

“Tangki yang tenggelam itu ditemukan di kedalaman sekitar 30 meter dengan jarak 400 meter dari bibir pantai. Tank amfibi tersebut akan segera diangkat dan kemudian diselidiki penyebab tenggelamnya, ujarnya.

Saya langsung menghubungi Kepala Departemen Korps Marinir Mayor Novarin Gunawan untuk menanyakan kenapa tidak ada kabar di Pantai Banongan. Kecurigaan saya terkonfirmasi ketika melihat pergerakan petugas medis di pinggir pantai, bahwa telah terjadi keadaan darurat.

Sebenarnya saat ditanya kemarin saya sudah tahu itu tenggelam pak, tapi saat itu ada acara di Panglima TNI jadi saya tidak berani mengganggu, jelasnya dalam alasannya.

Berita Duka Kompas Hari Ini

Dengan konfirmasi ini, saya bisa segera menulis berita yang akan dikirim ke kantor Jakarta. Di tengah membuat berita,

Berita Harian Laki Terbaru Hari Ini (142)

Berita terkini hari ini kompas, berita duka artis hari ini, berita duka selebriti hari ini, berita politik hari ini kompas, berita duka cita hari ini, berita duka cita kompas, berita pagi hari ini kompas, berita duka cita kompas hari ini, berita duka hari ini, berita hari ini di kompas, berita duka kompas, berita hari ini kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *