Ibukota Maluku Utara Sofifi Atau Ternate

By | Februari 13, 2024
|

Ibukota Maluku Utara Sofifi Atau Ternate – ANTARA – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Republik Indonesia Jazilul Fawaid mengatakan Kota Sofifi layak menjadi ibu kota Provinsi Arugu Utara (alut) dan harus memenuhi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku.

“UU Otsus sudah menetapkan batas wilayahnya, selebihnya tinggal dipenuhi saja. Setahu saya kota Sofifi berstatus pidato.” Usai mengisi formulir, kata Jazrul.

Ibukota Maluku Utara Sofifi Atau Ternate

Ibukota Maluku Utara Sofifi Atau Ternate

Dikatakannya, terbentuknya otonomi daerah ditentukan oleh undang-undang, sehingga direncanakan Sofifi dijadikan ibu kota atau daerah otonom, tentunya perlu memperhatikan kondisi dan kajiannya.

Presiden Resmikan Ibukota Baru

Apalagi, langkah Sofifi menjadi ibu kota tentu sudah dikaji, padahal Sofifi tentu layak menjadi ibu kota wilayah Arut.

“Sofifi layak menjadi ibu kota wilayah Arut karena sudah dikaji. Tinggal terburu-buru agar secepatnya dilakukan,” ucapnya.

Dikatakannya, sikap tegas Pemda Arut diperlukan agar ASN tetap aman di Sofifi dan perekonomian bisa berkembang dengan baik.

Sementara terkait daerah otonomi baru (DOB) Kota Sofifi, Wakil Gubernur Arout Yassin Ali enggan berkomentar lebih jauh karena selalu menimbulkan kontroversi antara Sultan Tidore dan Wakil Wali Kota Tekaip.

Alasan Maluku Utara Pindah Ibu Kota Ternate Ke Sofifi, Ternyata Serah Terima Balik Ke Ibu Kota

Wagub mengatakan, pada prinsipnya karena ini undang-undang, maka pemerintah daerah (Peplov) harus mendukungnya, artinya kekurangan apa pun akan diperbaiki.

“Yang jelas kita perlu mengikuti pasal 9(1) UU 46 Tahun 1999 dan sejauh ini koordinasi dengan DPRD Te Kaip tidak terlalu intensif karena dukungan masyarakat lebih penting, jadi saya diberitahu Sultan Tido dan wakilnya. Walikota Te Kaip selalu “meminta wakil gubernur untuk tidak mencampuri urusan saya, padahal hukumnya masih perlu diluruskan,” ujarnya.

Menurut tokoh nomor 2 di wilayah Arut ini, Sophie DOB adalah untuk kemaslahatan seluruh masyarakat Arut, karena itu adalah tujuan daerah dan hal itu tidak mungkin terjadi jika ada ibu kota yang menghalangi.

Ibukota Maluku Utara Sofifi Atau Ternate

Sebab, masyarakat dimana-mana bertanya-tanya apakah daerah otonom baru belum ditentukan, tapi ibu kota kabupaten atau kota sudah ditentukan.

Sofifi Rumah Kita’ Hanya Isapan Jempol

Oleh karena itu Wagub menegaskan Peprov Arut akan bekerja serius dan berusaha semaksimal mungkin, baik dalam pembangunan perkotaan maupun infrastruktur Sofifi agar Sofifi layak menjadi ibu kota provinsi Arut, tentunya Peplov akan terus mendorong Sophie DOB. Ternate adalah sebuah kota di kaki Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Sejak tahun 1999 hingga 2010, kota Ternate secara de facto merupakan ibu kota sementara Provinsi Maluku Utara. Pada tanggal 4 Agustus 2010, Sofifi menjadi ibu kota Provinsi Maluku Utara, menggantikan Ternate, sebuah subdivisi dari Kotamadya Kepulauan Torre di pulau Halmahera.

Baca Juga:  Jadwal Praktek Mitra Keluarga Cikarang

Kota Ternate terletak antara 3° Lintang Utara dan 3° Lintang Selatan, serta 124-129° Bujur Timur. Wilayah Kota Ternate berbatasan dengan Laut Maluku di utara, selatan dan barat, serta Selat Halmahera di timur.

Sebagai kota kepulauan, Kota Ternate terdiri dari 8 (delapan) pulau, yaitu: Pulau Ternate sebagai pulau induk, dan lima pulau Hili, Moti, Mayo dan Tifule. Selain pulau berpenghuni, masih ada tiga pulau lainnya. Pulau-pulau seperti Pulau Makha, Pulau Mano, dan Pulau Gula semuanya merupakan pulau tak berpenghuni.

Kota Ternate memiliki luas wilayah 5.795,4 kilometer persegi, meliputi wilayah perairan 5.544,55 kilometer persegi dan wilayah daratan 250,85 kilometer persegi. Secara administratif Kota Ternate terbagi menjadi 7 (tujuh) bagian dan 77 (tujuh puluh tujuh) bagian :

Kursi Taman Proll Sandar Untuk Maluku Utara

Topografi kota Ternate sebagian besar bergunung-gunung dan berbukit-bukit, terdiri dari pulau-pulau vulkanik dan karang, serta jenis tanah Rogusar (Termate, Hilli dan Moti) dan Rencica (Mayo). Pulau, Tifule, Makka, Mano dan Gula) pulau). Gunung Gamarama merupakan gunung berapi aktif yang terletak di tengah Pulau Ternate. Permukiman masyarakat berkembang secara intensif di sepanjang pesisir pulau. Memiliki kemiringan fisik maksimum lebih dari 40% dan kemiringan bertahap menuju puncak Gunung Gamarama. Di wilayah pesisir, kemiringan rata-rata berkisar antara 2% hingga 8%. Topografi Kota Ternate juga mempunyai keragaman ketinggian dan permukaan laut, mulai dari rendah: 0-499 meter di atas permukaan laut, sedang: 500-699 meter di atas permukaan laut, dan tinggi: lebih dari 700 meter di atas permukaan laut. .

Wilayah kota Ternate didominasi oleh lautan, dan iklimnya sangat dipengaruhi oleh iklim lautan dan siklus dua musim yaitu monsun barat laut dan monsun timur-barat. Biasanya ada dua masa transisi yang bergantian setiap tahunnya.

Kedalaman air laut bervariasi. Beberapa lokasi di sekitar Pulau Ternate memang tidak terlalu dalam, sekitar 10 hingga 100 meter dari bibir pantai, namun ada juga yang cukup dalam dan tidak jauh dari bibir pantai.

Ibukota Maluku Utara Sofifi Atau Ternate

Sejarah kota ini diawali dari Kesultanan Ternate yang berdiri di Pulau Ternate sekitar abad ke-13, menjadikan kawasan ini sebagai pusat pemerintahannya. Pada tahun 1607, Kornelis Matelief de Jonge membangun sebuah benteng di kawasan kota ini yang diberi nama Benteng Oranje yang dahulu bernama Malayu.

Pupr Malut Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Infrastruktur Ibukota Sofifi

Sejarah asal usul Kerajaan Ternate atau Kesultanan Ternate terutama bersumber dari legenda dan legenda. Salah satu cerita yang banyak dikenal dan dijadikan referensi adalah Sejarah Ternate karya Naah, diterjemahkan oleh P Van der Crab, Resen Ternate 1863-1864 dan diterbitkan pada tahun 1878. Sumber lainnya adalah catatan karangan Rijali yang dikumpulkan oleh Francois Valentijn. dalam bukunya “Oound en Neeuw Oost Indie” di kalangan pendeta Maluku dari suku Shitu.

Baca Juga:  Me Time Untuk Ibu Rumah Tangga

Sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa masyarakat atau penduduk Ternate berasal dari Pulau Halmahera dan akibat kerusuhan politik dan konflik di Hailolo, mereka mengungsi atau bermigrasi secara massal ke beberapa pemukiman kecil di bagian barat Halmahera.Pulau-pulau tersebut, termasuk Ternate (Gilolo ). ), di Halmahera pada tahun 1250.

Masyarakat Tobona yang dipimpin oleh Momole Guna merupakan pendatang pertama yang mendarat dan menetap di Ternate pada tahun 1250. Momole adalah istilah yang mengacu pada kepala atau pemimpin suatu marga, marga atau komunitas.

Pada tahun 1254 kelompok pendatang kedua yang dipimpin oleh Mole Matiti tiba dan menetap di Foramadiyahi. Menyusul pemukiman Sampala oleh kelompok pendatang ketiga yang dipimpin oleh Momole Siko/Siko, dua pemukiman masyarakat terakhir dibangun tidak jauh dari pantai. Sampala juga terletak tepat di tepi pantai.

Jual Buku Provinsi Maluku Utara

Sumber sejarah lain menunjukkan bahwa terdapat empat (empat) komunitas atau marga awal di Ternate, yaitu: Komunitas atau marga Tobona yang tinggal di lereng selatan Gamarama (sekarang desa Forama Diahi): Masyarakat Tubo di lereng utara Gamarama. ; masyarakat Tabanga yang bermukim di pesisir utara Pulau Ternate; dan masyarakat atau suku Tobole yang tinggal di pesisir timur Pulau Ternate.

Komunitas atau suku awal inilah yang pertama kali menjalin hubungan dengan para pedagang yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk mencari cengkeh dan rempah-rempah lainnya.

Seiring berjalannya waktu, populasinya bertambah dan semakin beragam karena ditempati oleh para pedagang Arab, Cina, Jawa, dan Melayu. Aktivitas perdagangan semakin ramai. Ancaman biasanya datang dari bajak laut. Pada tahun 1257, Momole Guna, kepala klan Tobona, memulai diskusi untuk menciptakan komunitas yang lebih kuat dan menunjuk seorang pemimpin sebagai Kolano, atau raja. Dari hasil peninjauan, Momole Ciko, kepala marga Sampala, ditetapkan sebagai Colano pertama Ternate, bergelar Baab Mansyur Malamo (1257-1272). Pusat pemerintahan didirikan di Sampala. Ibu kota kabupaten ini terletak di pesisir barat Pulau Ternate. Acara tersebut diberi nama “Tara No Ate” yang artinya “lepaskan dan rangkul”. Tara No Ate aslinya bernama Ternate. Sedangkan ibu kota kerajaan Sampala kemudian disebut Gam Lamo yang berarti kampung atau perkampungan besar. Gam Lamo asal usul nama Gamalama.

Ibukota Maluku Utara Sofifi Atau Ternate

Sejak saat itu hingga abad ke-17, Kerajaan Ternate memegang peranan penting di wilayah Maluku Utara. Dalam catatan sejarah, Kesultanan Ternate atau dikenal dengan Kerajaan Gapi merupakan salah satu kerajaan tertua dan berpengaruh di nusantara.

Baca Juga:  Usaha Rumahan Yg Menguntungkan Dengan Modal Kecil

Rsu Sofifi, Maluku Utara Tidak Layani Bpjs, Biaya Berobat Mencekik

Setelah Mansyur Malamo (1257-1272), Corano Ternate diperintah oleh Kaiicil Jamin (1272-1284). Kaiicil adalah nama seorang pangeran atau putra Colano. Setelah Kaiicil Jamin, Kolano Ternate diperintah oleh Kaiicil Siale (1284-1298). Pada masa pemerintahan Kaicil Siale, ibu kota kerajaan dipindahkan dari Sampala ke Foramadiyahi. Setelah itu Siale digantikan oleh Kaicil Kamalu (298-1304) dan Kaicil Ngara Malamo (1304-1317).

Di bawah pimpinan Kaicil Ngara Malamo, Ternate memulai pemekaran wilayah. Kaiicil Ngara Malamo merupakan landasan ekspansi politik Kerajaan Ternate. Kebijakan pemekaran ini menjadikan Ternate sebagai kerajaan terbesar, terkuat, dan paling berpengaruh di antara kerajaan-kerajaan Maluku pada periode berikutnya, terutama pada akhir abad ke-14 hingga awal abad ke-16. Namun menjelang akhir abad ke-16 (setelah Sultan Babura pada tahun 1583 M), pamor Ternate sebagai kerajaan terkuat mulai merosot.

Kaiicil Ngara Malamo digantikan oleh Patsyaranga Malamo (1317-1322) dan kemudian Sa Arif Malamo (1322-1331). Pada masa Colano sa Arif Maramo, Ternate sibuk menampung saudagar-saudagar asing, seperti dari Tiongkok, Arab, dan Gujarat, serta dari Pulau Jawa, Malaka, dan Makassar.

Ternate di bawah Kolano Sa Arif Malamo berkembang menjadi saudagar dagang terbesar dan utama di Maluku. Saat itu kegiatan perdagangan antar negara terkonsentrasi di Pelabuhan Talangame (sekarang Pelabuhan Benteng). Ternate juga memiliki pasar lengkap yang menjadi tempat bertemunya para pedagang lokal, asing, dan Indonesia.

Pemprov Maluku Utara Dinilai ” Berbohong” Soal Dana Bagi Hasil

Armada dagang dari berbagai negara datang ke pelabuhan ini terutama untuk mencari rempah-rempah yang merupakan komoditas penting dalam perdagangan pasar internasional pada saat itu, sehingga menjadikan nusantara sebagai kawasan sibuk untuk lalu lintas niaga. Pesatnya perdagangan rempah-rempah raja-raja Maluku pun saling bersaing untuk mengukuhkan posisi masing-masing sehingga tak jarang menimbulkan konflik di antara mereka. Corano Sa Arif Maramo pun berinisiatif mengadakan pertemuan raja-raja dari berbagai pelosok Maluku untuk membentuk aliansi bersama yang disebut Motir Verbond atau dikenal juga dengan Aliansi Moluku Kilaha (Empat Kerajaan Kuno Malu).

Setelah melalui musyawarah, federasi mengambil beberapa keputusan, antara lain bentuk kelembagaan penyatuan pemerintahan Maluku dan penetapan tingkat pemerintahan peserta.

Lowongan ternate maluku utara, hotel di ternate maluku utara, pantai di ternate maluku utara, hotel di sofifi maluku utara, lagu ternate maluku utara, tempat wisata ternate maluku utara, sofifi maluku utara, ternate maluku utara, wisata ternate maluku utara, hotel ternate maluku utara, penginapan di sofifi maluku utara, peta ternate maluku utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *