Lulusan Smk Susah Cari Kerja

By | November 7, 2023
|

Lulusan Smk Susah Cari Kerja – Anak (22) baru saja dipecat dari pekerjaannya. Ia mengatakan, 10 dari 20 orang di satu divisi belum memiliki kontrak baru, termasuk dirinya. Sudah dua bulan pemuda lulusan Sekolah Vokasi Teknik Elektro ini belum juga mendapatkan pekerjaan pengganti.

Bahkan, di awal kelulusannya ia merasa bangga karena langsung diterima bekerja sebagai teknisi di salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Dan tanpa harus mendapatkan gelar sarjana.

Lulusan Smk Susah Cari Kerja

Lulusan Smk Susah Cari Kerja

– Berbeda sekali sekarang dan saat saya pertama kali lulus, dulu saat saya melamar ke berbagai tempat, semua orang diundang. “Sekarang saya tidak tahu mengapa ini begitu sulit,” katanya.

Lowongan Kerja Maret 2023 Terbaru Untuk Lulusan Sma, Yang Mau Gaji Kisaran 5 Jutaan Merapat

Cerita Putra menguatkan anggapan bahwa lulusan SMK sangat rendah. Perusahaan biasanya hanya mempekerjakan mereka hingga mencapai usia 22 tahun, kemudian melanjutkan kontrak dengan lulusan SMK yang baru saja lulus.

Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat program revitalisasi sekolah vokasi. Program revitalisasi SMK yang dilaksanakan melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 mencakup beberapa komponen revitalisasi. Hal ini mencakup keterlibatan dengan dunia usaha dan industri (DUDI), kualitas kurikulum, fakultas, fasilitas dan lulusan. Agar kualitas lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah melakukan revitalisasi tahap awal terhadap 219 SMK yang tersebar di berbagai wilayah tanah air.

Pada tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menghidupkan kembali 1.650 SMK dari total 13.600 SMK yang ada di Indonesia. Sesuai dengan perkembangan dunia industri, revitalisasi yang dilakukan meliputi ruang praktik atau laboratorium, serta peralatan dan bahan praktikum.

Menurut Undang-Undang Nomor 203 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan sekolah menengah kejuruan adalah untuk mempersiapkan lulusan khususnya untuk bekerja. Artinya lulusan SMK siap mengisi struktur tenaga kerja terampil menengah guna mendukung perkembangan dunia usaha dan industri.

Apakah Lulusan Smk Multimedia Bisa Bekerja Kantoran?

Namun meski didukung berbagai fasilitas dan kerjasama, di sisi lain para lulusan SMK tersebut tidak mempunyai bekal terkait keberlangsungan jam kerjanya. Kebanyakan dari mereka sebenarnya masih berstatus pegawai kontrak hingga harus menerima pemecatan mendadak. Nasibnya abu-abu, ia berniat masuk SMK agar bisa cepat bekerja tanpa harus kuliah. Tapi, ternyata waktu kerja tersebut hanya bertahan untuk beberapa kontrak kerja saja.

Studi Setelah SMK Pada tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk 125 SMK dengan peminatan sesuai dengan prioritas pembangunan nasional yaitu kelautan, pariwisata, pertanian (ketahanan pangan) dan industri kreatif. Pemilihan empat sektor unggulan nasional tersebut didasarkan pada arah pembangunan perekonomian Indonesia dan diprediksi akan menyerap banyak tenaga kerja.

Baca Juga:  Lowongan Kerja Jakarta Selatan 2021 Lulusan Smk

Lulusan SMK sejak awal telah dilatih untuk menjadi “generasi pembangun” dan dapat lebih cepat memasuki dunia kerja karena memiliki landasan yang lebih kuat pada bidang tertentu. Lulusan SMA dianggap sebagai jembatan menuju pendidikan tinggi.

Lulusan Smk Susah Cari Kerja

Apalagi lulusan SMK jika melanjutkan ke perguruan tinggi bisa menjadi ahli. Selain itu, beberapa perusahaan mengharuskan tenaga ahlinya memiliki gelar sarjana. Selain itu, mereka juga akan mempunyai posisi tawar yang lebih besar, sehingga bisa mendapat kepastian posisinya.

Peluang Kerja Untuk Kamu Yang Jurusan Multimedia

Direktur Pembinaan Vokasi Kemendikbud Mustaghfirin Amin mengatakan, prospek lulusan SMK adalah memiliki komitmen bekerja atau berwirausaha. Ini masih ditujukan untuk lulusan SMA. Meski begitu, ia tak menutup kemungkinan lulusan SMK ini bisa melanjutkan kuliah.

“Kami mendorong lulusan SMK untuk bekerja. “Idealnya bekerja 2-4 tahun dulu, baru masuk perguruan tinggi setelah dewasa dan tahu apa saja enaknya dunia kerja,” ujarnya.

Bagi lulusan SMK yang sudah bekerja, belajar ibarat memperbaiki diri agar tidak tertinggal kualitasnya dari lulusan sarjana. Selain itu, negara dan orang tua tidak terbebani biaya pendidikan.

“Sangat dinantikan secara nasional, dan sudah subur, bisa berproduksi sendiri. Beda dengan sekolah yang konsumtif, SPP, dan lain-lain,” kata Mustaghfirin.

Pemkot Tangsel Minta Tenaga Pendidik Agar Kembangkan Soft Skill Siswa

Saat ditanya soal pendeknya siklus kerja, dia menolak. Meski ada praktik waktu kerja seperti itu, namun menurutnya hanya berlaku di sektor pekerjaan umum. Selama tenaga dan kemampuan anak dinilai mumpuni, bisa dipastikan kontrak kerja akan tetap berjalan.

Menurutnya, untuk mendapatkan kontrak kerja yang menjanjikan, lulusan SMK bisa melamar pada industri tertentu. Contohnya termasuk pertambangan, teknik mesin, manufaktur mobil, teknik elektro, bengkel atau restoran.

“Di sektor ini, terkadang anak-anak merasa tidak nyaman dan ingin keluar sendiri. Karena seiring berjalannya waktu, Anda akan menjadi lebih pintar. Perusahaan akan rugi jika Anda membiarkan mereka pergi.”

Lulusan Smk Susah Cari Kerja

Lulusan SMK tidak keberatan jika tidak segera mengundurkan diri dari pendidikan lanjutan karena sudah bekerja. Karena setiap tahunnya selalu ada orang yang mencari pekerjaan lain yang memiliki pendidikan tinggi dan dapat mengisi posisinya.

Lulusan Smk Masih Jadi Penyumbang Pengangguran Terbanyak Di Indonesia

Faktanya, pengangguran lulusan SMK masih sangat tinggi. Mereka tidak akan mampu bersaing dengan lulusan yang semakin banyak setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran lulusan SMK mencapai 1.383.022 orang pada Februari 2017. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 1.348.327 orang.

Namun angka pengangguran lulusan SMK ini lebih baik dibandingkan dengan angka pengangguran lulusan SMA yang mencapai 1.552.894 orang pada Februari 2017. Angka pengangguran lulusan SMA juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.546.699 orang. Data tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah yang harus dipikirkan pemerintah, lulusan SMK memiliki tingkat pengangguran tertinggi dibandingkan kualifikasi pendidikan lainnya. Kesempatan terbatas, semakin sulit mencari pekerjaan, karena lulusan SMK harus bersaing dengan lulusan baru dan lulusan untuk mendapatkan jabatan.

Baca Juga:  Lowongan Kerja Proyek Di Kalimantan

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, 11,13% lulusan SMK tidak mendapatkan pekerjaan atau studi ke jenjang yang lebih tinggi. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA, 9,09%; SMP 6, 45%; Lulusan Universitas 5,98%; Ijazah 5, 87%; dan SD atau tidak sekolah sama sekali 3,67%.

Angka pengangguran memang tertinggi, namun angka sebenarnya berdasarkan data BPS agak berkaitan dengan pengangguran lulusan SMA. Sebanyak 2,1 juta lulusan SMK menganggur, sedangkan 2,4 juta lulusan SMA menganggur.

Mengapa Para Sarjana Sulit Menciptakan Lapangan Kerja Sendiri (wirausaha)?

Angka pengangguran lebih tinggi, meski secara nominal lebih kecil, karena jumlah lulusannya tidak sebanyak jumlah lulusan SMA. Jumlah lulusan SMK sebanyak 18,9 juta jiwa, dan jumlah lulusan SMA sebanyak 27,1 juta jiwa.

Tingkat pengangguran lebih rendah di kalangan lulusan sekolah menengah atas, karena lulusan sekolah menengah atas cenderung melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dibandingkan langsung memasuki dunia kerja. Sedangkan lulusan SMK lebih berorientasi pada lulusan yang siap menyerap pasar kerja.

Namun kenyataannya, penyerapan pasar kerja terhadap lulusan SMK tidak terlalu tinggi. Berdasarkan analisis Netray, dua website lowongan, Jobstreet.co.id dan Loker.id, merupakan tawaran pekerjaan yang persyaratan pendidikan vokasinya kurang dari 50%.

Lulusan Smk Susah Cari Kerja

Berdasarkan jumlah iklan lowongan kerja yang dimuat di Jobstreet dan Loker periode 14-19 Juli 2022, terdapat total 40.934 tawaran pekerjaan. Dari jumlah lowongan tersebut, terdapat 16.674 pekerjaan yang memerlukan pendidikan vokasi.

Hubungan Antar Variabel

Artinya, jika dilihat dari dua halaman iklan lowongan kerja, lowongan SMK hanya ada 40%. 40% dari seluruh lowongan tampaknya agak tinggi. Tapi tunggu dulu, 40% ini bukan hanya lulusan SMK, karena harus bersaing dengan yang berasal dari perguruan tinggi.

Tercatat, dari 16.674 lapangan kerja yang memerlukan pendidikan vokasi, hanya 3.190 lowongan yang hanya berjenjang pada jenjang SMK atau SMA. Sisanya sebanyak 4.946 lowongan mengharuskan lulusan sekolah kejuruan bersaing dengan lulusannya. Dan untuk 8.136 lowongan yang hampir separuh dari lowongan tersebut harus bersaing dengan lulusan.

Untuk lulusan SMK, posisi terbanyak yang tersedia pada level pegawai (non manajerial dan non supervisor) sebanyak 7.184; tidak ditentukan 3,213; staf (non-manajerial dan non-penyelia) 2.290; lulusan baru/pengalaman kerja kurang dari 1 tahun 1145 pengawas/koordinator 1068; lulusan baru 736; dan Manajer/Asisten Manajer 721.

Baca Juga:  Lowongan Kerja Freelance Teknik Sipil

Dan jika dilihat dari lowongan lulusan SMK pada level karyawan, maka yang paling banyak tersedia adalah manajer penjualan, yakni sebanyak 165 posisi; pemasaran 86; penjualan 79; dan barista 75 pekerjaan.

Pahitnya Gen Z Cari Kerja: Belum Kerja Udah Kena Pungli

Bagi manajer penjualan, ini adalah pekerjaan yang paling umum dilakukan oleh lulusan sekolah perdagangan, namun posisi ini tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan sekolah perdagangan. Dari 165 lowongan yang sebenarnya hanya memiliki syarat pendidikan SMK/SMA, hanya 17 lowongan, selebihnya merupakan lulusan SMK yang menyesuaikan diri dan dipaksa bersaing dengan lulusan dan sarjana.

Selain dari level pegawai yang menawarkan lowongan atau posisi terbanyak, untuk Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Vokasi Kejuruan kasional Lowongan atau Jabatan Vokasi Vokasi untuk Pendidikan Vokasi Vokasi

Namun sekali lagi, Anda harus bersikap skeptis saat melihat tingkat lowongan ini. Karena dari 1.068 lowongan tingkat pengawas/koordinator, hanya 55 yang diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK. Yang lain harus bersaing dengan gelar sarjana dan magister, dan gelar master juga wajib untuk 6 posisi yang kosong.

Lulusan Smk Susah Cari Kerja

Angka-angka tersebut dapat menjadi gambaran bahwa kebutuhan lulusan SMK masih sangat rendah dibandingkan lulusan dari jenjang pendidikan lainnya. Selain itu, lulusan SMK nampaknya terpaksa harus bersaing dengan pekerja di perguruan tinggi.

Hma Yusuf Siregar Wisuda 138 Lulusan Smk Tunas Karya, Ini Pesannya!

Faktanya, hingga saat ini lulusan SMK selalu dianggap sebagai lulusan yang siap memasuki pasar kerja. Artinya, tidak ada kesesuaian antara permintaan tenaga kerja, terutama yang telah lulus SMK, dengan pendidikan yang dibutuhkan.

Terkait dengan banyaknya lulusan SMK, tantangan terbesar bagi pengambil keputusan saat ini adalah penyediaan lapangan kerja yang dapat mengurangi pengangguran secara signifikan. Jika permasalahan ini tidak diatasi, maka SMK akan kehilangan minat di saat pemerintah sendiri sudah banyak menciptakan program peningkatan mutu pendidikan.

Anda dapat menganalisis percakapan terbaru tentang topik apa pun di Twitter, Media Berita, Instagram, TikTok, YouTube, dan Babe. Mereka mengatakan, pengangguran terbuka didominasi oleh lulusan sekolah kejuruan. Sebenarnya tujuannya adalah untuk bisa mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Apakah ini mungkin? itu salah

Cari lowongan kerja lulusan smk, lulusan itb susah cari kerja, cara cari kerja lulusan smk, lulusan ipb susah cari kerja, lulusan bsi susah cari kerja, lowongan kerja untuk lulusan smk, kerja untuk lulusan smk, lowongan kerja lulusan smk, cari kerja lulusan smk, lulusan agribisnis susah cari kerja, kerja di jepang lulusan smk, lulusan pts susah cari kerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *